HAMBATAN HUKUM DALAM DIPLOMASI MARITIM SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA KELAUTAN

Dita Birahayu

Abstract


Forms of Indonesia as an archipelagic state struggle began Juanda Declaration of 1957 to the United Nations on the Law of the Sea in 1982. As a form of struggle Negara Indonesia in defending its maritime territory, there are legal barriers in an effort to enforce the maritime vision requiring maritime diplomacy as one solution. Through maritime diplomacy, national interests can be accommodated. The complexity of the problems that arise in the maritime region of Indonesia, the government of Indonesia should strengthen sectors including sectors related to maritime law. The purpose of this study are expected to know at the same time prevent any obstacles that arise in the implementation of maritime diplomacy. This study uses normative. (

Keywords


Legal obstacles, Maritime Diplomacy, Dispute Settlement, Marine

Full Text:

PDF

References


Peraturan Perundangan

Peraturan Internasional

United Nations Convention on the Law of the Sea 1982

Peraturan Nasional

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 294, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5603

Buku

Adolf, Huala. 2002. Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional. Jakarta: Sinar Grafika

Booth, K. 1977. Navies and Foreign Policy. London: Routledge

Echlos, John.M. dan Hasan Shadily. 1996. Kamus Inggris Indonesia dan Indonesia Inggris. Jakarta: Gramedia

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Mauna, Boer. 2011. Hukum Internasional Pengertian Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Global. Bandung: Alumni

Sudarsono. 2002. Kamus Hukum. Cetakan ke-3. Jakarta: Rineka Cipta

Internet

Bappenas, 2015, Penyusunan Kerangka Rencana Aksipembangunan Kemaritiman, dalam https://www.bappenas.go.id/files/2815/0460/0421/Laporan_Prakarsa_Strategis_Bidang_Kemaritiman_dan_SDA_Ringkasan.pdf, dikunjungi tanggal 25 Juni 2019, pukul 09.15 WIB

Dyah Arum Muninggar, 2015, Masalah Penegakan Hukum di Laut Indonesia, dalam http://kanalhukum.id/kanalis/masalah-penegakan-hukum-di-wilayah-laut-indonesia/13, dikunjungi tanggal 10 April 2019, pukul. 15.30 WIB

Kementerian Kelautan Dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, dalam https://kkp.go.id/djprl/artikel/10236-kkp-terus-kembangkan-pengelolaan-pulau-pulau-kecil-dan-terluar-sebagai-kedaulatan-bangsa, dikunjungi tanggal 2 Maret 2019, pukul. 11.25 WIB

Loudia Mahardika, 2019, Jenis Pelanggaran HAM dan Macam-Macam HAM yang Perlu Diketahui, dalam https://www.liputan6.com/citizen6/read/3919666/jenis-pelanggaran-ham-dan-macam-macam-ham-yang-perlu-diketahui, dikunjungi tanggal 18 April 2019, pukul 20.07 WIB

Puslit Politik, Indonesia Menuju Diplomasi Maritim yang Modern dan Inovatif, dalam lipi.go.id/siaranpress/indonesia-menuju-diplomasi-maritim-yang-modern-dan-inovatif/17447, dikunjungi pada tanggal 13 Nopember 2018, pukul 13.05 WIB




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/phj.v19i1.194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Perspektif Hukum

The Journal is published by The Faculty of Law - Hang Tuah University

©All right reserved 2016. Perspektif Hukum, ISSN: 1411-9536, e-ISSN: 2460-3406

 

View My Visitor Stats