PENYELESAIAN YURIDIS TENTANG PENYADAPAN SEBAGAI BAGIAN DARI KEGIATAN SPIONASE YANG DIKATEGORIKAN DALAM PELANGGARAN KEKEBALAN DIPLOMATIK

Dita Birahayu

Abstract


In international relations conducted between states, countries sending delegates to negotiate with other countries in order to promote and safeguard their interests in addition to work towards the common good. Many disorders that can occur in the case of countries conduct cooperation with other countries and can not be separated from the conflict, one of which is the treatment or unpleasant activities of the recipient countries where diplomatic representation is placed. As one example of the violation of diplomatic immunity and privileges of officials is espionage case between Indonesia and Australia that occurred some time ago. This is the case, then the sending country may submit an objection to the recipient (receiving state) and the receiving country shall be fully responsible for it. This paper will discuss how the settlement of juridical acts of espionage to diplomatic officials as a violation of diplomatic immunity.

Keywords


juridical settlement, espionage, diplomatic agent

Full Text:

PDF

References


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi Wina mengenai Hubungan Diplomatik beserta Protokol Opsionalnya, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3211)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, (Lembaran Ne-gara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indo-nesia Nomor 3881)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3882)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, (Lem-baran Negara Nomor 185 tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4012)

Vienna Convention on Diplomatic Relations and Optional Protocol (1961)

Jenewa Convention Protocol IV (1949)

Adolf, Huala, 2006, Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional, Jakarta: Sinar Grafika.

A.Gramer, Bryan, 2004, Black’s Law Dictionary, Eight Edition, St,Paul, Thomson West.

AK., Syahmin, 2008, Hukum Diplomatik dalam Kerangka Studi Analisis, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Badri, Jusuf, 1993, Kiat Diplomasi, Jakarta: Sinar Harapan.

Burhantsani, dkk., 2013, Pengantar Hukum Internasional, Cetakan Ketiga, Yogyakarta: Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM.

Bruggink, JJ, 1996, Rechsreflecties, alih bahasa Arief Sidharta, Bandung: Alumni.

Chulsum, Umi, dan Windy Novia. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cetakan Kesatu. Surabaya: Kashiko.

Ibrahim, Johny, 2007, Teori dan Metode Penelitian Hukum Normatif, Malang: Bayu Media Publishing.

Mauna, Boer, 2001, Hukum Internasional Pengertian Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Global, Cetakan Kedua, Edisi Keempat, Bandung: Alumni.

Roy, S.L., 1995, Diplomasi, Jakarta: Rajawali.

Soekanto, Soerjono, 2012, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press.

Soemardi, Dedi, 1986, Sumber-Sumber Hukum Positif, Bandung: Alumni

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Kedua, Edisi Ketiga, Jakarta: Balai Pustaka.

Umar, Dzulkifli, dan Utsman Handoyo, 2010, Kamus Hukum, Cetakan kesatu, Jakarta: Quantum Media Press.

Wasito, 1984, Konvensi-Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, Hubungan Konsuler dan Hukum Perjanjian/Traktat, Yogyakarta: Andi Offset.

Widagdo, Setyo dan Hanif Nur W, 2008, Hukum Diplomatik dan Konsuler, Malang: Bayumedia Publishing.

Widodo, 2009, Hukum Diplomatik dan Konsuler pada Era Globalisasi, Jakarta: Laksbang Justitia.

Wojowasito, 2006, Kamus Umum Belanda Indonesia, Jakarta: PT Lestari Perkasa.

Protokol II Pedoman Tertib Diplomatik Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, http://kemlu. go.id/Books/Buku%20Panduan%20Umum%20Tata%20Cara%20Hub%20dan%20Kerjasama%20LN%20oleh%20Pemda.pdf, diakses tanggal 30 Desember 2013.

http://www.cfr.org/sovereignty/montevideo-convention-rights-duties-states/p15897, diakses tanggal 24 Agustus 2014, pukul 09.16 WIB.

http://www.un.org/en/documents/charter/chapter1.shtml, diakses tanggal 24 Agustus 2014, pukul 10.05 WIB.

Desi Ariani, Eksistensi Kebiasaan Internasional Sebagai Sumber Hukum Internasional dalam http://kendesdesdotcom.wordpress.com/2011/01/05/kebiasaan-internasional-sebagai-sumber-hukum-internasional/, diakses tanggal 25 Agustus 2014, pukul 11.10 WIB.

Citra Yudha Nur Fatihah, Urgensi Mengenai Rancangan Undang-Undang Diplomatik Di Indonesia dalam https://wordsinventor. wordpress.com/tag/hukum-diplo-matik/, diakses tanggal 26 Agustus 2014, pukul 13.35 WIB.

http://pusham.uii.ac.id/ham/10_Chapter4.pdf, diakses tanggal 20 Agustus 2014, pukul 14.15 WIB.

Ochank_Fine, diakses dari http://serba-serbiceritasehari-hari.blogspot. com/2010/04/yang-umum-diketa-hui-tentang-hukum.html

http://news.detik.com/read/2014/02/20/130736/2503309/10/try-sutrisno-pe-nyadapan-itu-sudah-tren-indone-sia-nggak-usah-ribut, diakses tanggal 2 Juli 2014, pukul 14.35 WIB.

Prins David Saut, Penyadapan Itu Sudah Tren, Indonesia Nggak Usah Ribut, www.detiknews.com, diak-ses tanggal 1 Juli 2014, pukul 14.24 WIB.

Philipus, M.Hadjon, Pengkajian Ilmu Hukum, Makalah Pelatihan Metode Penelitian Hukum Normatif, Pusat Penelitian Pengembangan Hukum Universitas Airlangga Surabaya 11-12 Juni 1997.




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/phj.v15i2.74

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Perspektif Hukum Journal

The Journal is published by The Faculty of Law - Hang Tuah University

©All right reserved 2016. Perspektif Hukum, ISSN: 1411-9536, e-ISSN: 2460-3406

 

View My Visitor Stats